Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE

Jumat, 15 Januari 2010

Majlis Irfan Lajnah Dengan Huzur


Soal:” Huzur! Dalam buku Malfuzat jilid 10 Hazrat Masih Mau’ud as menulis bahwa asuransi jiwa tidaklah jaiz (boleh). Waktu itu saya sudah ikut dalam life policy, tapi pada hari berikutnya saya batalkan. Pertanyaan saya adalah ketika membeli rumah dan mengambil kredit pinjaman, sebagian pasangan muda akan terpaksa untuk mengambil life policy, yakni kalau naudzu billaah terjadi sesuatu, maka perusahaan-perusahaan yang memberikan pinjaman, mereka bisa mendapatkan uangnya kembali. Mohon penjelasan Huzur mengenai hal ini.

Huzur Anwar:” Fatwa jemaat Ahmadiyah berkenaan dengan hal ini adalah Kalau diharuskan, dan tidak bisa dihindari, harus ikut serta didalamnya, Misalnya: Sebagian perusahaan dan departemen pemerintahan yang mengharuskan ikut serta dalam asuransi jiwa, untuk kasus seperti itu diperbolehkan untuk ikut, tapi bayaran hadiah apapun yang anda dapatkan (dari asuransi), anda bisa membelanjakannya untuk tujuan yang baik. Tapi bagi masyarakat umum tidak diizinkan jika anda mengasuransikan untuk suatu keuntungan. Kalau dalam hal ini anda terpaksa, maka lakukanlah! Tapi untuk Mortgage (kredit pinjaman pegadaian) tidak diharuskan mengambil asuransi jiwa. Kalaulah anda tidak mengambil mortgage (kredit pinjaman pegadaian) secara langsung dari bank, maka mungkin saja ada beberapa perusahaan pegadaian yang mengharuskan hal tersebut. Maka untuk menghindarinya, kalau anda mengambil mortgage (kredit pinjaman pegadaian) dari bank, tapi tetap saja mendapatkan kesulitan, maka itu adalah keterpaksaan. Lalu, kalau anda mengasuransikan nya, maka belanjakanlah hadiah dari asuransi jiwa yang anda dapatkan setiap tahunnya untuk amalan yang baik, janganlah belanjakan untuk kepentingan diri sendiri.

Penanya:” Seketika itu juga langsung saya batalkan, Huzur!
Huzur Anwar:”Ya, Anda telah melakukan hal yang benar.


Soal:” Huzur! Saya ingin bertanya berkenaan dengan anak-anak waqifin e nou saya, dua anak saya sudah masuk ke Jamiah, pastilah dari sisi agama mereka sedang menuntut ilmu yang luhur, tapi anak-anak saya yang lainnya yang profesinya berbeda, seperti belajar journalism. Huzur! Bisakah sekiranya di jamiah diadakan kelas untuk mereka dalam satu bulan satu kali? Atau cara-cara serupa, sehingga seiring dengan menuntut ilmu duniawi, mereka pun bisa mempelajari standard keilmuan agama dengan baik?

Huzur Anwar:” Lihatlah, Kantor waqifin e nou telah membuat syllabus (kurikulum) untuk anak-anak waqifin e nou yag berumur sampai 15 tahun, ya kan? Setelah itu tidak ada syllabus waqifin e nou lainnya. Semenjak 2, 3 tahun yang lalu sudah saya katakan kepada jemaat, untuk membuat syllabus bagi anak-anak (waqf e nou) yang sedang beranjak dewasa, supaya mereka pun membacanya, sebagian lagi hal-hal keagamaan, literature misalnya kitab-kitab Hazrat Masih Mau’ud as, berbagai kutipan buku “Essence of Islam” sudah diterjemahkan, mereka harus membacanya. Kalau putera anda tidak membacanya, anda bisa mengawasinya, apakah anak anda mendirikan shalat 5 waktu, membaca Al-Qur’an dengan teratur? Terjemah Al-Qur’an Syarif yang sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris juga baca, seiring dengan itu ada juga keterangannya, bacalah! Kalau memiliki ketertarikan lebih dari itu, maka baca jugalah “five volume commentary” juga kitab-kitab Hazrat Masih Mau’ud as yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Saat ini adalah tugas orang tua untuk memberikan perhatian. Bagi anak-anak yang sedang menginjak dewasa, saya selalu katakan bahwa untuk manfaat diri sendiri pun, tuntutlah ilmu pengetahuan agama. Pernah saya sampaikan di Jerman juga, disini juga sudah berkali-kali, bahwa saat ini adalah tugas kalian untuk menuntut ilmu dengan menelaah sendiri, saya pun pernah mengatakan kepada jemaat, untuk mengadakan kursus-kursus yang setidaknya akan mencukupi bagi anak-anak yang berusia sampai 20 tahun, harus ada sedikit kursus tambahan, tapi untuk masuk ke jamiah (kursus tambahan bagi waqf e nou), sangatlah sulit. Jamiah sendiri kesulitan untuk mengurus kelas-kelas yang ada sekarang.

Penanya:” Bersama saya duduk saudara perempuan saya.
Huzur Anwar:” Kalau ada disini saudara anda, suruh untuk mengajukan pertanyaan sendiri dari pada menyuapi anda.

Soal:” Huzur! Dia mempertanyakan masalah syaitan, Sebelumnya dijelaskan bahwa dia (syaitan) dahulunya adalah malaikat, tapi sekarang dia bukanlah malaikat, Bagaimana? Saya tidak faham.
Huzur Anwar,” Pandangan akan hal itu tidaklah berubah. Apa yang dikatakan AL-Qur’an Karim pada hari pertama, itu jugalah yang berlaku sampai hari terakhir. Tidak pernah syaitan disebut sebagai malaikat, ketika dia datang untuk menentang nabi, maka dia menjadi iblis dan itulah syaitan yang setiap saat selalu mengajak manusia kepada pekerjaan-pekerjaan yang buruk. Hari pertama yang dikatakan Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an Karim, yakni kenapa kalian (syaitan) tidak bersujud? Jawaban itulah yang telah dia berikan, bahwa aku bukalanlah malaikat. Dia (syaitan) berkata,” Engkau (Tuhan) telah menciptakan manusia dari tanah yang dibentuk, dari lumpur, sedangkan engkau ciptakan aku dari api. Padahal malaikat tidaklah diciptakan dari api, karena itu pada hari pertama pun itu sudah disangkal, bahwa dia bukanlah malaikat. Syaitan sendiri lah yang mengatakan bahwa aku tercipta dari api, bagaimana aku bisa menjadi malaikat? Aku akan mengerjakan pekerjaan ini, aku akan mengerjakan setiap pekerjaan yang menggangu (manusia-Pent). Allah Ta’ala telah menurunkan malaikat sebagai rahmat. Dan sebagian malaikat ditetapkan untuk memberikan hukuman bagi orang-orang yang melakukan dosa. Tidak ada malaikat yang telah dikatakan Allah kepadanya bahwa kalian bebas, lakukanlah pekerjaan yang akan membawa manusia kepada keburukan. Karena itu, itulah pandangan yang ada dahulu (mengenai syaitan-Pent) dan itu jugalah yang berlaku sekarang.

Pertanyaan:” Huzur! Jika seseorang telambat sampai untuk melaksanakan shalat jum’at karena sesuatu hal dan khutbah jum’at sudah dimulai, apakah shalat sunat harus segera dilakukan? Saya sering melihat banyak wanita yang bangun melaksanakan shalat (sunnat) pada saat khutbah kedua?

Huzur Anwar:” Pada prinsipnya adalah ketika sampai, lalu kerjakanlah shalat sunat. Tapi terkadang ada beberapa topic dalam khutbah yang menarik perhatian bagi sebagian orang, sehingga dia beranggapan, jika saya kerjakan shalat sunat sekarang, maka perhatian saya akan tertuju kepadanya, karena itu dia menunggu beberapa saat, setelah itu (dia melakukan shalat sunnat) diantara khutbah kedua dan khutbah yang utama pada saat jeda bagi imam untuk duduk beberapa saat atau khutbah (kedua) yang berbahasa arab yang tidak mereka fahami, karena itu mereka menganggap, tidaklah mengapa kalau (shalat sunnat) dilaksanakan pada saat (jeda) tersebut. Bisa dikerjakan pada dua tempat tersebut. Maksudnya adalah ketika ingin mengerjakan shalat sunat, maka hendaklah perhatian tertuju kepada shalat sunat tersebut kan? Pada dasarnya perintahnya adalah ketika kamu datang dan khutbah sudah dimulai, maka kerjakanlah shalat sunat secara singkat.

Penanya:” Huzur! Seseorang telah mengatakan bahwa ketika bahasa arab sedang dibaca, maka pada saat itu hendaknya tidak mengerjakan shalat?
Huzur Anwar:” Tidaklah begitu, (shalat) bisa dilaksanakan. Amalan ini berjalan dari sejak Hazrat Khalifatul Masih Awwal sampai sekarang. Meskipun tampak didepannya ada yang sedang membaca (bahasa arab), tapi tidak ada yang menghentikannya (shalat). Tidak juga ada hadits yang secara jelas menyatakan hal tersebut.

Pertanyaan:” Huzur! Tadi telah dijelaskan mengenai syaitan, bahwa syaitan terbuat dari api, diciptakan dari api. Tapi seringkali terlihat, ketika para ibu marah, menyebut anaknya dengan kata “kamu syaitan!”, atau “anaknya syaitan!”, dll. Apakah perkataan seperti itu dibenarkan?
Huzur Anwar:” Mereka mengucapkan perkataan yang salah. Saya teringat, suatu ketika, Hazrat Khalifatul Masih Tsalis ra sedang menyampaikan ceramah dalam majlis lajnah imaillah, karena itu beliau menasihatkan bahwa, banyak sekali para ibu yang ketika sedang mempersiapkan anak-anaknya untuk berangkat ke sekolah, seiring dengan itu mereka pun memakaikan pakaian pada anak-anaknya dan juga sambil mengeluarkan cacian dari mulutnya, nakal, ini atau itu, apapun yang ingin mereka katakan, mereka lontarkan. Daripada melakukan hal tersebut, kalaulah ketika mempersiapkan anak-anaknya untuk pergi ke sekolah atau pada kesempatan yang lainnya, mereka membaca shalawat atau mebacakan doa-doa, maka doa-doa tersebut akan berpengaruh pada anak-anaknya. Padahal ketika dia mengatakan “anak syaitan” (kepada anaknya) berarti dia tidak hanya mengeluarkan cacian tersebut pada anak-anaknya saja, tapi dia pun sedang mencaci dirinya sendiri dan suaminya.
Penanya:” Huzur! Terkadang, orang tua pun mengatakan “kurang ajar” Ini pun jangan dikatakan kan?
Huzur Anwar:” Sekali-kali janganlah mengucapkannya. Segala sebutan yamh tidak baik yang artinya buruk, akan bisa membawa kepada keburukan, janganlah diucapkan. Inilah sebabnya saya melihat ketika anak-anak datang di masjid Fazl (London), dihadapan saya mereka baik baik saja, tapi ketika bermain diluar, terkadang sampai suara-suara (sumbang), yang lainnya juga mengatakan kepada saya bahwa terkadang mereka saling mencaci satu sama lain dalam bahasa urdu dan inggris juga, karena mereka belajar sedikit dari sekolahnya, ada juga yang dari teman-temannya dan ada juga yang belajar dari orang tuanya. Kalaulah tarbiyat orang tua baik, maka cacian-cacian ini tidak akan sampai pada mereka. Acara-acara tarbiyat dan seminar yang anda adakan isinya menyampaikan topic-topik berat, padahal selain itu jika diajarkan supaya para ibu berdoa bagi anak-anak mereka sejak mereka masih kecil dan berkata dengan perkataan yang sopan dihadapan mereka, kalau mereka belajar sesuatu yang buruk dari sekolahnya, maka nasihatilah mereka dengan kasih saying, bahwa ini adalah salah, sehingga banyak sekali keburukan yang kita lihat pada anak-anak yang tampak ketika mereka bermain dan itu menjadi bertambah ketika mereka dewasa, sehingga menjadi sulit dihapus, sulit untuk hilang, janganlah seperti itu. Inilah hal-hal yang mendasar, yang didalamnya perlu untuk mentarbiyati anak-anak kita.

Pertanyaan:” Para istri yang tidak mendapatkan uang saku yang ditentukan dari suami mereka, bagaimana mereka memberikan candah wasiatnya?
Huzur Anwar:”Ini adalah masalah pengaturan, bukan masalah fiqah. Karena itu para pengurus bidang alwasiyat telah membuat satu qaidah untuk menyelesaikan masalah-masalah kantornya yang tentunya jelas telah meminta persetujuan dari Hazrat Khalifatul Masih. Kaidah ini telah berjalan sejak khalifatul Masih Tsalits bahwa biaya untuk keperluan makan minum anda setelah diperkirakan, yakni biaya untuk keperluan makan anda dalam satu bulan misalnya seperti biaya makan seorang pria 100 pound atau 150 pound. Sebagaimana anda makan, setiap orang mengeluarkan biaya rumah tangganya sesuai dengan keadaannya masing masing. Jika perbulan anda membelanjakan 500 atau 600 pound untuk bahan makanan untuk keperluan rumah tangga dan makanan minuman yang lainnya, atau 300 pound, atau 200 pound sedangkan anda memiliki 3 atau 4 anggota keluarga, maka bagilah! Berapa orang anggota keluarga? dari itu berapapun bagian anda, berikanlah candah wasiyyatnya sesuai dengan itu.

Penanya:” Jika istri yang mengatur pembelanjaan rumah tangga sendiri dan biayanya diberikan oleh suaminya, maka bagaimana caranya?
Huzur Anwar:” Katakanlah kepada suami anda, “saya ingin berwasiyat”, saya berkeinginan untuk itu, jika kamu (suami) mengizinkan, saya akan berwasiyat”. Tapi kaidahnya adalah biaya bulanan untuk keperluan makan minum saya, 100 pound atau 125 pound atau berapapun, saya harus memberikan candahnya sesuai dengan itu. Apakah kamu akan memberikan candah saya tersebut? Jika dia mengiyakan, maka berwasiyatlah! Jika tidak, berdoalah kepada Allah Ta’ala, supaya Allah Ta’ala memberikan akal kepada suami anda, sehingga mengizinkan anda untuk berwasiyat. Maksud dari “anda” adalah bukan hanya anda saja, maksud saya adalah yang suaminya belum juga berwasiyat.

Pertanyaan:” satu dua bulan yang lalu selalu dikatakan bahwa di Pakistan Nampak gambar Masih Mau’ud as di bulan, apakah ini benar?
Huzur Anwar:” Ini adalah kebohongan besar. Setiap orang telah membuat khayalan-khayalan masing masing pada bulan. Ada yang mengatakan bahwa tampak gambar Hazrat Masih Mau’ud di bulan, Sebagian lagi menulis kepada saya bahwa tampak satu gambar beliau as, ada yang menulis tampak gambar minaratul masih, ada yang menulis muncul tulisan nama Muhammad, para Astronom juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari bentuk bulan menjadi begini, begitu, dan sedikit lebih besar. Saat ini atau secara umum juga, perhatikanlah bulan! maka didalamnya akan terus tampak kepada anda tanda titik, sebagian bersinar, sebagian yang lainnya gelap. Jadi, apa yang digambarkan manusia terkadang bentuk itulah yang tampak muncul kepermukaan. Pada masa kecil kita sering mengatakan, lihatlah! Disana ada orang tua yang sedang menenun kain dari kapas, sangatlah berberkat perempuan yang menenun kain itu, karena wajahnya selalu tampak dan tampak pada setiap anak-anak. Bagaimanapun semua ini adalah salah, semuanya dusta.
Pertanyaan:” Saya ingin mengklarifikasi berkenaan dengan hari ulang tahun. Saya tahu bahwa kita tidak diperbolehkan untuk merayakan ulang tahun, tapi (bagaimana) jika anak anak kita disekolah diundang (untuk menghadiri perayaan hari ulang tahun) apakah mereka diperbolehkan untuk menghadirinya?
Huzur Anwar:” Janganlah anda merayakan hari ulang tahun anak anda sendiri, tapi jika anak-anak anda diundang pada perayaan hari ulang tahun oleh teman teman sekolahnya, maka jika menurut anda tidak akan ada keburukan (kejahatan:harm) dengan menghadirinya, anda bisa mengizinkan mereka untuk menghadirinya, tidaklah mengapa.

Pertanyaan:” Apakah mereka diizinkan untuk memakan makanan didalamnya ( perayaan hari ulang tahun itu)?
Huzur Anwar:”Tidaklah mengapa, tidak haram. hanya jika daging babi, ham (daging babi bagian paha) atau apapun yang disembelih dengan nama sesuatu selain nama Allah, tidaklah diperbolehkan untuk dimakan, selain itu, semua makanan yang halal boleh dimakan.

Pertanyaan:” Huzur! Sebagaiamana selalu diadakan kelas-kelas untuk anak-anak perempuan waqifin e nou, kenapa tidak diadakan kelas bagi anak-anak yang bukan wakaf?
Huzur Anwar:”Apa yang harus dilakukan? Kapan saya melarangnya? dimana ada kelas?
Penanya:” (kelas) dengan Huzur.
Huzur Anwar:” Dengan saya? Oke. diadakan kelas dengan saya karena hubungan saya sekarang banyak dengan para waqifin e nou, karena (saat ini) anak-anak waqifin e nou sedang beranjak dewasa. Saya menginginkan tingkatan mereka sedikit lebih baik dibanding anak-anak yang lainnya. Selebihnya kalau ada pertanyaan, kenapa yang lainnya tidak ada? Padahal setiap bulan ada juga program untuk anak-anak yang lainnya, children class yang didalamnya dihadiri anak-anak yang berumur 14 sampai 15 tahun, kurang lebih berjumlah 125 sampai 150 anak yang hadir. Tidak mungkin untuk yang sudah dewasa. Seberapa banyak waktu yang saya miliki, sesuai dengan itu saya bisa luangkan. Sekarang mereka yang waqifin e nou sudah dibagi kedalam beberapa kelompok, Dalam waqifin e nou terdapat kelompok jamiah, khuddamul ahmadiyah, athfal yang berumur 12 sampai 15 tahun. Kelompok perempuan yang berumur 12 sampai 15 tahun, kelompok lajnah, juga anak-anak laki-laki dam perempuan yang berumur 9 sampai 12 tahun. Menjadi 6 kelompok. Yang ketujuh adalah children class. berjumlah tujuh. Aor eik ki do mehineh bad barah ati he. Lebih sulit lagi dari itu.

Pertanyaan:” Huzur! Anak-anak perempuan yang tidak diwakafkan dan sekarang beranjak dewasa, apakah setelah dewasa nanti dia bisa mewakafkan dirinya sendiri?
Huzur Anwar:” Tentu saja boleh. Syaratnya, mereka harus memiliki keahlian. Berikanlah mereka tarbiyat, ilmu-ilmu keagamaan dan kerohanian. Jadikanlah mereka orang yang memiliki keahlian, dokter atau guru.

Penanya:” Huzur! Ada bidang yang dikhususkan yang didalamnya anak-anak perempuan bisa mewakafkan dirinya sendiri?
Huzur Anwar:” Bidang yang dikhususkan? Jika ingin melakukannya nanti, maka selanjutnya jemaat akan melihat, apa permintaannya? Apabila anak-anak menjadi sesuai dengan permintaan, setelah nanti dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan akan anda persembahkan untuk jemaat, itulah yang sebenarnya dan jemaat pun akan menggunakannya. Penting juga. Ada juga sekolah milik jemaat, di afrika, di Pakistan juga dibuka, ada rumah sakit 2, untuk itu dibutuhkan dokter-dokter, guru-guru, saya telah katakan kepada sebagian orang, ambillah bidang jurnalis, kalau ada yang bagus dalam bidang jurnalis, maka kita bisa mengambil banyak manfaat dari mereka. Banyak sekali lajnah-lajnah kita yang memberikan manfaat dalam penerjemahan, kalau mempelajari berbagai macam bahasa, urdu, arab juga, maka akan sangat bermanfaat untuk penerjemahan. Begitu jugalah dalam corak yang ada sekarang, meskipun bukan wakaf, tapi saat ini banyak sekali bibel kita yang ada di “research cell” yang telah didirikan oleh Hazrat Khalifatul Masih Arrabi’. Sekarang beberapa anak-anak perempuan waqifin e nou sudah ikut andil didalamnya dan dengan karunia Allah ta’ala, mereka mengerjakannya dengan baik, mereka telah begitu banyak melakukan tugas penelitian dalam membandingkan antara bible dan qur’an, sehingga banyak sekali para pakar-pakar pria kita tertinggal di belakang. Lakukanlah demikian, insya Allah akan bermanfaat. Selanjutnya jemaat akan mengambil pengkhidmatan darinya. Oke?
Soal:”Huzur! Waktu saya di sekolah dulu, saya sering berdiskusi tentang jemaat dengan teman-teman ghair ahmadi. Suatu hari ketika saya memberikan satu referensi dari kitab Shahih bukhari kepada teman saya itu, maka keesokannya dia membawa kitab shahih bukhari tersebut. Setelah dilihat ternyata diketahui bahwa mereka telah menghilangkan hadits tersebut dari kitab itu. Huzur! Apakah jemaat memiliki koleksi shahih bukhari dan shahih muslim terbitan ghair ahmadi yang diterbitkan sebelum pendakwaan Hazrat Masih Mu’ud as ?
Huzur Anwar:” Ya, saya punya kitab tersebut terbitan ghair ahmadi, di jemaat dan di perpustakaan juga ada, tidak ada yang bisa mengingkarinya. Shahih Muslim juga sudah dicetak. Kita berikan referensi dari kitab mereka sendiri. Memang jemaat juga saat ini sedang menerbitkan kitab-kitab hadits terbitan sendiri, saya telah mendirikan noor foundation yang sedang menerbitkan kitab-kitab shihah sittah terbitan sendiri dalam teks bahasa arab disertai terjemah disertai penjelasan singkat, sampai saat ini diantaranya sudah diterbitkan 4 jilid bukhari, kitab Shahih muslim juga telah dicetak beberapa jilid sementara jilid shamail e Tirmidzi sudah diterbitkan. Memang Jemaat sedang menerbitkan (kitab-kitab), tapi sampai saat ini jemaat ahmadiyah masih memberikan dan mengutip referensi hadits-hadits dari kitab-kitab mereka sendiri. Apabila seseorang telah menyobek halamannya, maka biarkanlah menyobeknya. (pada dasarnya-Pent)) tidak ada hadits yang telah dibuang dari kitab manapun. Mungkin saja dia telah menyobek bagian hadits tersebut sebelum datang kepada mu.
Penanya:”Memang halamannya lengkap, tapi hadits tersebut tidak dijumpai dalam dalam buku terbitan itu.
Huzur Anwar:” Ya, mungkin juga dijumpai dalam terbitan sebelumnya, lalu orang yang telah menerbitkannya mungkin telah membuangnya (hadits tersebut)

Soal:” Huzur! Saya ingin bertanya mengenai nasirat yang sudah dewasa yang berumur 12 sampai 14 tahun. Mereka tidak tertarik untuk belajar di kelas, sehingga kami membuat berbagai macam program untuk mereka seperti permainan indoor, mengajarkan masak-memasak, kesenian dan keterampilan, dan lain-lain, tapi mereka tidak ada ketertarikan akan hal-hal tadi (pelajaran dikelas-Pent), mereka merasakan bosan, kami tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada mereka supaya mereka tertarik pada pelajaran di kelas, karena pada saat-saat ini justru mereka sangat memerlukan hal tersebut, belum berhasil meskipun sudah berupaya dan berdoa. Kami mohon petunjuk dari Huzur.
Huzur Anwar:”Anak-anak perempuan kan? Anak-anak laki-laki tidak diserahkan kepada anda kan? Untuk para nasirat, anda buatlah program-program yang didalamnya disediakan sedikit makanan dan minuman, permainannya juga, dan hal-hal lain yang menarik bagi mereka, cerita-cerita dll. Berikan juga kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain diantara mereka sendiri. Kalau anda berdiri dan berceramah di depan anak-anak, kasihan, mereka akan merasa bosan mendengarkan ceramah-ceramah, lalu akan menjadi sulit. Karena itu ketika saya mengisi kelas-kelas, saya berikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara. Kalau mereka sudah puas berbicara, lalu saya mulai berbicara. Karena itu janganlah anda puaskan diri sendiri dengan berbicara, berikan juga kepada mereka kesempatan berbicara.

Penanya:”Huzur, itulah yang kami katakan kepada mereka, tapi mereka mengatakan bahwa kami tidak punya waktu untuk membuat program-program atau cari alasan-alasan lain.
Huzur Anwar:” Tidak, tidak. Begini, mereka harus dibimbing terlebih dahulu. Untuk segala sesuatu berikanlah gambarannya, yakni inilah topiknya, bawalah ini! Diskusikanlah dengan orang tua kalian! Lalu anda tindak lanjuti! Pertama-tama berikanlah waktu satu bulan kepada mereka, lalu tindak lanjuti, sudah sampai dimana? Apakah dia tertarik atau tidak? Sekretaris Nasirat juga harus memperlihatkan ketertarikan kepada anak-anak, supaya mereka tahu bahwa para sekretaris memiliki ketertarikan tersendiri terhadap pekerjaan dan tugas-tugas kami. Sebenarnya pendekatan secara pribadi akan lebih mengakrabkan lagi. Ciptakanlah itu!

(Penerjemah:Mahmud Ahmad Wardi)

ShareThis

 

Kembali lagi ke atas